Begitu dahsyat guncangan itu mendera
Rasa kantuk yang melanda hebat raib tak bersisa
Mata pun nanar terbelalak dan lelah
Hati terkungkung gelisah tak tentu arah
Waktu istirahat hilang tersia seiring lara
Menapaki imaji indah, lukiskan warna bermakna
Begitu dahsyat guncangan itu mendera
Rasa kantuk yang melanda hebat raib tak bersisa
Mata pun nanar terbelalak dan lelah
Hati terkungkung gelisah tak tentu arah
Waktu istirahat hilang tersia seiring lara
Menapaki imaji indah, lukiskan warna bermakna
Bangunan ini masih terlalu ringkih dan rapuh..
Jerih payah ini pun selalu sia belaka..
Kembali kudapati usahaku hancur berantakan..
Membuat diri ini terpaksa untuk kembali berteduh di bangunan tua yang telah lama ditinggalkan..
Dan..
Rinai hujan pun mengiringi tangis kepedihan hati..
Dinginnya malam turut melukiskan kembali bekunya hati..
Keheningan temaram tak luput hiasi kesunyian hati..