Sabtu, 30 November 2013

Continue

Begitu dahsyat guncangan itu mendera

Rasa kantuk yang melanda hebat raib tak bersisa

Mata pun nanar terbelalak dan lelah

Hati terkungkung gelisah tak tentu arah

Waktu istirahat hilang tersia seiring lara

Menapaki imaji indah, lukiskan warna bermakna

KEMBALI

Bangunan ini masih terlalu ringkih dan rapuh..

Jerih payah ini pun selalu sia belaka..

Kembali kudapati usahaku hancur berantakan..

Membuat diri ini terpaksa untuk kembali berteduh di bangunan tua yang telah lama ditinggalkan..

Dan..

Rinai hujan pun mengiringi tangis kepedihan hati..

Dinginnya malam turut melukiskan kembali bekunya hati..

Keheningan temaram tak luput hiasi kesunyian hati..