Sebuah kekosongan selalu menempati ruang.
Isi merupakan
tujuan penciptaan ruang.
Seringkali isi tidak tepat menempati sebuah ruang.
Dan
ruang pun hanya terdiam,
karena ketidaktahuan dan ketidakmampuan untuk menolak
isi yang salah.
Hanya Sang Pencipta ruang yang mengetahui isi yang seharusnya
menempati ruang.
Tanpa-Nya, dapat tercipta kekeliruan antara ruang dan isi.