Begitu dahsyat guncangan itu mendera
Rasa kantuk yang melanda hebat raib tak bersisa
Mata pun nanar terbelalak dan lelah
Hati terkungkung gelisah tak tentu arah
Waktu istirahat hilang tersia seiring lara
Menapaki imaji indah, lukiskan warna bermakna
Begitu dahsyat guncangan itu mendera
Rasa kantuk yang melanda hebat raib tak bersisa
Mata pun nanar terbelalak dan lelah
Hati terkungkung gelisah tak tentu arah
Waktu istirahat hilang tersia seiring lara
Menapaki imaji indah, lukiskan warna bermakna
Bangunan ini masih terlalu ringkih dan rapuh..
Jerih payah ini pun selalu sia belaka..
Kembali kudapati usahaku hancur berantakan..
Membuat diri ini terpaksa untuk kembali berteduh di bangunan tua yang telah lama ditinggalkan..
Dan..
Rinai hujan pun mengiringi tangis kepedihan hati..
Dinginnya malam turut melukiskan kembali bekunya hati..
Keheningan temaram tak luput hiasi kesunyian hati..
Biarkan terbang bebas namun jangan mengabaikan.
Tetap perhatikan dan terus pantau agar tetap dalam radar, tak menghilang.
Sebab bebas lepas bukan berarti terabaikan dan diabaikan.
Air mata tak mampu lagi mengukirnya.
Kata-kata pun sama tak bermakna.
Tetap hati tak dapat henti terus bicara.
Pahit rasa turut meyakinkan tiap luka.
Tahukah kamu?
Bayangan suka duka tentangmu setia iringi detikku.
Sadarkah kamu?
Tiap peristiwa pahit manis bersamamu hiasi tiap mimpiku.
Ingatkah kamu?
Desis hingga raungan membahana tercipta sebabmu.
Rasakah kamu?
Kala cinta, sayang, bahkan benci menjadi ada di tempatmu.
Lihatkah kamu?
Kecerdasan, kejujuran, persahabatan, dan kekeluargaan kian menjulang.
Maukah kamu?
Tetap hadir, melatih, mendidik, dan menciptakan pribadi nan berlian.
Sudahkah kamu?
Tahu, sadar, ingat, rasa, lihat, dan mau..?!
--> Dear.. LPP Satu Maret Institute
Awal mula tak kukira akan begitu pelik ! Pengalihan berganti rupa menjadi salah berganda.. Tiada ikatan kuat buatku terjun bebas dalam samudera godaan. Hantaman rasa bersalah berkembang, berpencar segala arah.. Ingin kuhirup kesunyian dan mencengkeram dingin malam, sampai reaksi limbung mengurai hingga dapat ku berjalan menuju bintang gemintang
Dan terkadang kepercayaan diri menghilang hingga takut untuk melangkahBayangan kegagalan berakibat awal pergerakan tampak menyeramkan bila ditempuh
Ketika mimpi kembali merasuk, bergema tiada henti dalam angan serta harapanMaka musnahlah alasan untuk diam tak melangkah siakan kesempatan
Langkah harus tetap menapaki jalan meski bayangan akan terjatuh terus hantuiHingga saatnya tiba dikala waktu berbicara bahwa mimpi kini telah menjadi nyata