Rabu, 28 Januari 2015

Korban Socmed

Pagi ini salah seorang teman berbagi cerita pada saya. Dia mengatakan bahwa akhir-akhir ini dia merasa terpuruk, tidak bergairah, dan kurang beruntung dalam hidup. Terlebih bila dia memperhatikan sekeliling, terutama bila melihat update-update teman di socmed. Bukan rasa iri yang dia rasakan, melainkan rasa "nelangsa" akan hidupnya.

Saya akui bahwa update-update beberapa teman di sosial media dapat berpengaruh terhadap yang lain. Terlebih bila yang dishare menyangkut materi, popularitas, tahta, kecantikan/ketampanan, romantisme, dan sebagainya.
Dan ketika ada seseorang melihat update tersebut namun dirinya tidak memiliki atau merasakan hal yang serupa, maka dalam dirinya akan timbul perasaan sedih, kurang beruntung, nelangsa, dan sebagainya. Saya pribadi pun sempat mengalaminya.

Hal ini menjadi catatan penting bagi kita. Baik bagi yang share/update maupun yang melihat/membaca agar jangan terlalu berlebihan, harus tetap ada pengendalian diri untuk hal apapun yang kita lakukan atau yang kita rasakan.

Catatan ini saya buat untuk pengingat bagi diri saya pribadi serta semua yang telah berkenan membacanya.

Maaf bila apa yang saya share menyakiti dan menyinggung. Dan terima kasih telah meluangkan diri untuk membaca. Bila dirasa perlu silahkan di share kepada yang lain.

Sabtu, 04 Oktober 2014

Dear Kahfinya Ummi

Maafin Ummi Kahfi Sayaaang..
Maafin Ummi yaa nak..
Ummi salah.. Maafin Ummi..
Ummi sayaaang Kahfi..
Semoga kelak Kahfi mengerti..
Maafin Ummi..

4.10.14 ~ 22.16

Kamis, 11 September 2014

Muhasabah

Banyak dari kita begitu patuh dan taat pada petunjuk pemakaian suatu produk.
Contohnya handphone, magic com, refrigator, atau yang lainnya.
Kita berusaha untuk berhati-hati dalam penggunaannya agar dapat terus berfungsi secara optimal.
Tetapi, mengapa banyak dari kita tidak bersikap yang sama terhadap diri kita sendiri?
Kita bahkan seringkali melanggar petunjuk (Al-Qur'an) yang diberikan oleh Sang Maha Pencipta.
Apakah produk-produk tersebut lebih berharga dibanding diri kita sendiri?
Apakah kita lebih yakin pada produsen sebuah produk dibandingkan Allãh Swt. Sang Maha Pencipta?
Mari kita cari jawabannya di dalam hati nurani kita.

Senin, 08 September 2014

Semburat

Ketidak nyamanan selubungi ruang.
Pencarian tiada menemukan, gagal..
Berpindah ruang salah satu pilihan, haruskah..??
Tergambar senyum polosnya, sulit tuk bertindak..
Luka pasti tertanggung, buta tentukan mana terbaik.
Gemuruh kecewa makin bertumpuk, deru isak dalam terpendam.
Semoga hati tetap terselamatkan lewati malam hingga mentari menjelang.

Minggu, 24 Agustus 2014

Sebuah Kata

Tidak nyaman tiap kali mendengar kata itu
Kenangan buruk masa lalu adalah sebabnya
Terlebih bila terpaksa ku ucapkan kata itu
Seketika setelahnya pasti aku terdiam kaku
Tapi sepertinya hampir tiada seorangpun sadari
Diri ini begitu lihai menipu saat harus bersandiwara

Sabtu, 09 Agustus 2014

Yukk nulis ! ;)

Sesungguhnya kita semua bisa jadi penulis.
Hanya saja kita terlalu banyak berfikir, bukan menulis.
Ingat ! Modal utama seorang penulis adalah tulisan.
Maka dari itu mari mulailah menulis !
Hal apapun bisa menjadi bahan sebuah tulisan.
Menulis itu bebas, tak kenal waktu dan tempat.
Kapanpun, di manapun, kita bisa menjadi penulis.
Mudah dan murah bukan ?!
Terpenting kita mau serta tetap terus menulis. ;)

Rabu, 14 Mei 2014

Dear buah hati tersayang Ummi

Kahfi sayang...
Kahfi adalah amanah serta anugerah terindah yang Allãh Swt titipkan pada Ummi.
Maafkan Ummi yang belum mampu menjadi madrasah pertama dan terbaik untuk Kahfi.
Sesal mungkin tak cukup ratapi kealfaan dan kelalaiam Ummi akan waktu yang telah tersia.
Kini Ummi berjanji pada-Nya akan berusaha menjadi madrasah pertama nan terbaik untuk Kahfi,  buah hati tersayang Ummi.. ♡

Thursday, 22.05.14